widget

Kamis, 05 Maret 2015

Nissan GT-R

Hai kawan - kawan kita bertemu lagi, kali ini saya akan membahas tentang mobil, yang termasuk favorit saya,yaitu mobil super asal negeri sakura, yang tidak lain adalah Nissan GT-R, pasti sudah tidak asing lagi bukan ? Mari kita simak informasinya sebagai berikut :


Berkas:Nissan GT-R 01.JPG
Nissan GT -R R35


Nissan GT-R adalah mobil sport yang dibuat oleh Nissan, dikeluarkan di Jepang pada 6 Desember 2007, Amerika Serikat pada 7 Juli 2008, dan seluruh dunia pada Maret 2009.[3][4][5]
Nissan GT-R merupakan mobil sport terbaru yang dibuat di Jepang dan menggunakan mesin V6 Twin-Turbo, dan merupakan penerus dari jajaran Nissan Skyline GT-R.

Sejarah

Nissan Skyline GT-R

Nissan Skyline R34

Antara tahun 1969 hingga 1974, dan antara tahun 1989 hingga 2002, Nissan mencoba memproduksi versi performa yang lebih tinggi dari jajaran Skyline yang kemudian disebut sebagai Nissan Skyline GT-R.
Sama seperti Skyline GTR sebelumnya, Nissan GTR merupakan mobil sport berpenggerak empat roda dan menggunakan mesin 6 silinder twin-turbo, dan "darah" dari Skyline GTR terlihat jelas dari desain lampu belakangnya yang membulat. Bedanya, walaupun masih memakai mesin 6 silinder twin-turbo, mesin Skyline GTR yang legendaris, RB26DETT, telah diganti dengan mesin VR38DETT yang berkonfigurasi V serta dengan isi slinder yang lebih besar, yaitu 3.800 CC (dimana sebelumnya, RB26DETT mempunyai kapasitas 2.600 CC).
Nissan GT-R, walaupun tidak lagi mencantumkan nama "Skyline" lagi, masih termasuk dalam generasi penerus mobil sport NIssan Skyline GT-R, dan oleh sebab itu juga, kode sasisnya CBA-R35 (DBA-R35 untuk model 2013), atau biasa disebut R35, dan oleh sebab itu juga, mobil ini sering dipanggil oleh sebutan yang aslinya dipersembahkan untuk Nissan Skyline GT-R BNR32, yaitu The Godzilla.

Model Konsep

Nissan GT-R Concept 2001
2 model konsep terhadap Nissan GTR pernah ditampilkan di beberapa acara motor show dan beberapa video game. Konsep yang pertama ditampilkan di Tokyo Motor Show tahun 2001 dan ditampilkan di video game buatan Polyphony Digital, Gran Turismo 4.
Konsep yang kedua, atau yang dikenal dengan sebutan Nissan GTR Proto, ditampilkan di Tokyo Motor Show tahun 2005, dan ditampilkan di video game buatan EA, Need For Speed Pro Street.



Produksi

Versi resmi Nissan GT-R ditampilkan pada acara 2007 Tokyo Motor Show, dan dilansir di Jepang pada 6 Desember 2007. Di Indonesia Nissan GT-R secara resmi diluncurkan pada 7 Juli 2008. Karena mesin dan sistem transminsinya merupakan buatan tangan pekerja terlatih, produksi Nissan GTR dibatasi menjadi 1000 unit per bulan.

Spesifikasi

Berkas:Nissan GT-R engine.jpg
Mesin V6 VR38DETT
Nissan GT-R menggunakan mesin VR38DETT, 3,799 cc (3.8 L; 231.8 cu in) DOHC V6.[6] Dua turbocharger paralel buatan Ishikawajima-Harima Heavy Industries (IHI) menambah induksi tenaga.[7] GT-R yang diproduksi tahun 2007 sampai 2010 menghasilkan tenaga 485 PS (357 kW; 478 hp) pada 6400 rpm dengan torsi 434 lb·ft (588 N·m) pada 3200–5200 rpm.[8] Mesin ini juga memenuhi standar Kendaraan dengan Emisi Ultra Rendah dari California Air Resources Board.[9] Berat kosong 1,730 kg (3,810 lb) atau 1,736 kg (3,827 lb) dengan kantong udara samping dapat tercapai berkat penggunaan sasis baja dan aluminium untuk kap mesin, bagasi, dan pintu.[10] Transmisi dual clutch semi otomatis 6 percepatan yang didesain oleh BorgWarner dipasang di belakang. Transmisi ini dibuat oleh Aichi Machine Industry[11] dan disinergikan dengan sistem ATTESA E-TS untuk menyediakan tenaga bagi seluruh empat roda. Ade tiga mode shift[12] yang dapat dipilih sesuai situasi dan kondisi.[13] Pada tahun 2010, keluaran tenaga dan torsi mesin ditingkatkan menjadi 390 kW (530 PS; 520 hp) @ 6400 rpm dan 612 N·m (451 lbf·ft) pada 3200–6000 rpm. Model yang diproduksi tahun 2012 ditingkatkan lagi tenaganya menjadi 404 kW (549 PS; 542 hp pada 6400 rpm dan torsi 628 N·m (463 lbf·ft) @ 3200–5800 rpm). Di masa depan, tidak tertutup kemungkinan akan ada versi hibrida dari GT-R.[14]

Desain

Shiro Nakamura, kepala desain Nissan, mengatakan bahwa desain Nissan GT-R terinspirasi dari seri robot raksasa Gundam. Nakamura juga menyatakan GT-R adalah mobil unik karena bukan berasal dari salinan mobil sport yang dirancang di Eropa, melainkan benar-benar mencerminkan kebudayaan Jepang. Nakamura mencatat bahwa garis persegi dan ventilasi GT-R dipengaruhi oleh desain robot Gundam. Desainer Nissan Amerika memahat tiga perempat belakang kendaraan, sementara desainer Eropa mereka memahat garis atap. Polyphony Digital, pencipta seri video game balap Gran Turismo, terlibat dalam pengembangan nilai GT-R itu sendiri, yang telah dikontrak untuk merancang tampilan layar dasbor multifungsi GT-R.

Gambar

Hasil gambar untuk nissan gtr multifunction dashboard
Dashboard multifungsi Nissan GT-R

Hasil gambar untuk nissan gtr black edition
Nissan GT-R Black Edition
Mobil Balap Nissan Xanavi NISMO GT-R   

Interior Nissan GT-R

Konsep Masa Depan   

Nissan Concept 2020 Vision Gran Turismo
Nissan Concept 2020

Di bulan Juni, Nissan membuat debut sebuah mobil konsep di Festival Kecepatan Goodwood di Inggris. Nissan concept 2020 Vision Gran Turismo, sebelumnya hanya terlihat di video game PS3  Gran Turismo 6, tetapi dibuat menjadi model sungguhan. Sebagai konsep, Nissan berencana untuk menjaga beberapa fitur untuk generasi selanjutnya GT-R R36. Penggerak 4WD dan layout akan tidak berbeda jauh dari Nissan GT-R R35.

Yang berubah akan ada 134 tenaga kuda dari motor listrik yang terhubung langsung ke mesin 3.8 liter V6, total tenaga kuda yang dihasilkan adalah sekitar 784 tenaga kuda dan 737 pon - kaki torsi. Mobil Formula Super Hybrid mempunyai harga yang sama dengan La Ferrari sekitar 1.69 juta dollar. Sebuah transmisi baru yang berjumlah delapan akan dipersembahkan untuk kekuatan baru Nissan GT-R


Sekian pembahasan tentang mobil super Nissan GT-R, semoga bermanfaat & sampai jumpa.

 

About Linkin Park





Hai Kawan - kawan ini posting saya yang kedua, nah sekarang saya akan menampilkan informasi tentang band kesukaan saya, Linkin Park. Nah kita simak infonya berikut.


Linkin Park adalah grup musik beraliran nu metal dan rock alternatif yang berasal dari Agoura Hills, California, di Amerika Serikat. Mereka sempat beberapa kali berganti nama, antara lain Xero, Hybrid Theory, hingga nama Linkin Park sampai sekarang. Nama "Linkin Park" sendiri merupakan plesetan dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park.
Sebelum Chester Bennington menjadi vokalis Linkin Park, Mark Wakefield lebih dulu menjadi vokalisnya. Namun, ia keluar dari Linkin Park untuk mencari proyek lain (menjadi manajer grup band Taproot)– saat itu menggunakan nama Hybrid Theory – untuk menjadi manajer grup musik Taproot. Bassis Dave Farrell alias "Phoenix" juga pernah keluar sebentar dari Linkin Park untuk mengikuti tur bersama band lamanya, Tasty Snax. Sedangkan 4 personel lainnya – Brad Delson, Mike Shinoda, Joe Hahn, dan Rob Bourdon – selalu bertahan di Linkin Park sejak awal pembentukannya.
Linkin Park telah merilis 5 album studio, yaitu Hybrid Theory, Meteora, Minutes to Midnight, A Thousand Suns, dan Living Things. Linkin Park juga merilis album Live in Texas, Reanimation, dan Collision Course, serta Hybrid Theory EP. Linkin Park sukses dalam memopulerkan lagu-lagunya seperti Crawling, In the End, Numb, Somewhere I Belong, dan What I've Done. Secara total, album-album Linkin Park telah terjual sebanyak 50 juta keping.

Sejarah

Awal mula

Awal pembentukan Linkin Park yaitu pertemuan Mike Shinoda dan Brad Delson (gitaris Linkin Park) di kelas 7. Lalu mereka membentuk band bernama Xero. Brad juga bermain untuk band Relative Degree, salah satu personelnya yaitu Rob Bourdon (drummer Linkin Park). Mike berkenalan dengan Rob melalui Brad dan Rob bergabung dengan Xero. Saat kuliah, Brad berkenalan dengan Dave "Phoenix" Farrell (bassis Linkin Park) yang merupakan teman sekamar Brad. Mike, yang mengambil jurusan ilustrasi di Universitas Seni Pasadena, bertemu dengan Joe Hahn (turntablis Linkin Park). Kemudian, Dave Farrell dan Joe Hahn bergabung bersama Xero. Dave sempat meninggalkan Xero untuk bergabung kembali ke band lamanya, Tasty Snax.
Mulanya, mereka merekrut Mark Wakefield sebagai vokalis, lalu diambil alih oleh Chester Bennington (mantan vokalis Grey Daze) sampai sekarang, sedangkan Mike lalu jadi rapper. Sialnya, karena nama Xero sudah dipakai grup lain, mereka terpaksa mengganti nama menjadi Hybrid Theory. Lalu setelah ditolak 3 kali, Hybrid Theory berhasil diterima oleh sebuah perusahaan rekaman bernama Warner Bros. Records setelah sukses meluncurkan EP yang berjudul Hybrid Theory EP pada tahun 1999 sebanyak seribu keping. Namun, pada saat itu Mike sempat memiliki masalah dengan Jeff Blue, managernya. Jeff Blue mengatakan bahwa Mike tidak usah rapping, cukup bermain keyboard saja. Kejadian ini menginspirasi Mike untuk menulis lagu Get Me Gone (Fort Minor)
Sekali lagi, mereka terpaksa mengganti nama karena nama Hybrid Theory mirip dengan nama grup musik Hybrid yang berasal dari Wales. Daripada dianggap band yang sama, mereka memilih berubah nama lagi menjadi Linkin Park. Namun, sebelum bernama Linkin Park, mereka sempat mengganti namanya menjadi 0818. Nama ini juga baru diketahui pada pertengahan 2009, saat Brad Delson berbicara di acara wisuda di UCLA, Los Angeles, pertengahan 2009 lalu. Nama Linkin Park diambil Chester dari nama sebuah taman di Los Angeles, Lincoln Park. Agar bisa mengelola situs web sendiri, Chester mengubah ejaannya menjadi Linkin Park. Setelah itu, mereka berhasil membeli situs web www.linkinpark.com.
LPLogo-black.svg

 Album - Albumnya adalah sebagai berikut :

Hybrid Theory (2000-2002)

Album Hybrid Theory

Linkin Park meluncurkan album pertamanya, Hybrid Theory, pada tanggal 24 Oktober 2000 dengan singel pertama One Step Closer. Namun, yang lebih terkenal adalah singel Crawling dan In the End. Lagu ini telah membuat Linkin Park menjadi populer. Penjualan album itu melebihi 15 juta keping. Linkin Park lalu merilis edisi spesial dari Hybrid Theory, dengan 2 lagu baru High Voltage (Reprise) dan My December (lagu).
Linkin Park lalu merilis album aransemen ulang dari Hybrid Theory, Reanimation. Album ini pun meraih kesuksesan dengan penjualan kira-kira 10 juta kopi. Singelnya, Pts.Of.Athrty, tidak sepopuler singel di Hybrid Theory, namun cukup terkenal. Linkin Park, melalui Mike Shinoda dan Joseph Hahn, juga sempat bekerja sama dengan band The X-ecutioners dalam pembuatan singel It's Goin' Down. Linkin Park juga membentuk kelompok fans mereka bernama Linkin Park Underground, serta mulai mengadakan tur sendiri bernama Projekt Revolution, setelah sering diundang ke festival musik.

Meteora (2002-2004)

Album Meteora

Tanggal 25 Maret 2003, Linkin Park merilis album kedua bertitel Meteora. Nama tersebut diambil dari nama tempat ibadah di atas puing-puing di Yunani. Album ini juga meraih kesuksesan dengan penjualan kira-kira 11 juta kopi. Singelnya adalah Somewhere I Belong, Faint, Numb, From the Inside, Lying from You, dan Breaking the Habit.
Meteora memenangkan banyak penghargaan. Antara lain Penghargaan MTV kategori "Video Rock Terbaik" untuk lagu "Somewhere I Belong" dan "Penghargaan Pilihan Pemirsa" (Breaking The Habit). Linkin Park juga memenangkan penghargaan lain yaitu "Penghargaan Musik Radio 2004", "Penghargaan Artis Tahun Ini" dan "Penghargaan Lagu Tahun Ini" melalui lagu "Numb". Meskipun album Meteora tidak sesukses Hybrid Theory album ini masuk 3 besar penjualan album di Amerika Serikat tahun 2003.
Linkin Park juga mengadakan Projekt Revolution Tour ke-2 serta sibuk ikut konser. Di sela-sela waktu itu, Linkin Park berhasil menyelesaikan rekaman album konser mereka, "Live In Texas", yang berisi lagu-lagu saat konser Linkin Park di Texas.

Proyek sampingan

Atas permintaan MTV, Linkin Park berkolaborasi dengan Jay Z dalam album "Collision Course". Materi album ini adalah remix dari sebagian lagu-lagu Linkin Park dalam album "Hybrid Theory" dan "Meteora" serta lagu-lagu Jay Z dalam album "Blueprint" serta "The Black Album". Album tersebut dirilis tahun 2004 dan menghasilkan 2 singel, yaitu Numb/Encore yang mendapat penghargaan Grammy kategori "Lagu Rap Terbaik" dan "Kolaborasi Terbaik".
Pada tahun 2005, Linkin Park lebih mengutamakan konser amal. Mereka membantu korban tsunami pada bulan Desember 2004 dalam konser bertajuk Music For Relief. Linkin Park juga membantu mengumpulkan uang untuk korban Badai Katrina tahun 2004. Sementara itu, Mike Shinoda bergabung dengan Fort Minor dalam album "The Rising Tied". Chester Bennington juga punya proyek solo yang dinamai Snow White Tan yang selanjutnya populer dengan nama Dead By Sunrise.
Pada 13 Oktober 2009, Dead By Sunrise meluncurkan album perdananya, yang berjudul Out Of Ashes. Namun sebelum mereka meluncurkan album, mereka terlebih dahulu merilis sebuah singel, yaitu Crawl Back In.
Linkin Park dan Artifical Life Inc. juga rencananya akan merilis game untuk iPhone dan iPod Touch, Linkin Park: 8-Bit Rebellion, pada Januari 2010.

Minutes to Midnight

Album Minutes To Midnight

Pada tahun 2006, mereka mulai merekam materi untuk album terbaru Linkin Park, yaitu "Minutes To Midnight". Banyak yang mengkritik Linkin Park karena sering tertunda peluncurannya. Walaupun begitu, Linkin Park menjamin bahwa album tanggal 14 Mei 2007 ini pantas untuk dikoleksi. Menurut Linkin Park, mereka menamai album barunya "Minutes To Midnight" (menit-menit menuju tengah malam) karena adanya isu nuklir di bumi ini yang dapat menghancurkan dunia pada saat tengah malam.
Sebanyak 100 lagu demo telah diciptakan namun hanya 12 yang dimasukkan ke dalam album. Tidak heran kalau album ini direkam selama 14 bulan. Dalam album Minutes To Midnight, unsur musik nu metal kurang kental. Walaupun demikian, album ini tetap digemari. Buktinya adalah album ini terjual hampir sebanyak 625 ribu kopi dalam pekan pertamanya (sebuah rekor dalam tahun 2007). Album studio ketiga ini diproduseri oleh Mike Shinoda dan Rick Rubin, mantan personel Beastie Boys. Singel pertamanya, "What I've Done", sudah mulai diputar di radio pada tanggal 2 April 2007. Minutes To Midnight juga menduduki tangga teratas Billboard. Pada tanggal 20 Agustus 2007, Linkin Park merilis singel keduanya, yaitu "Bleed It Out". Dan, pada bulan Oktober, Linkin Park merilis singel "Shadow of the Day". Lalu disusul dengan Given Up (Maret 2008), dan singel terakhir dari "Minutes To Midnight", Leave Out All The Rest (Juli 2008). Lagu "Leave Out All The Rest" di gunakan untuk soundtrack film twilight yang di liris tahun 2008.
Lagu "No Roads Left" bisa didapatkan melalui pemesanan lewat iTunes. Sementara lagu "Qwerty" bisa didapatkan di EP berjudul Linkin Park Underground v6.0.
Mereka juga merilis lagu "New Divide" yang dipakai untuk soundtrack film terbaru Transformers yaitu Transformers: Revenge of the Fallen.Lagu ini juga sudah mencapai posisi 6 di Amerika Serikat, di Inggris mencapai posisi 20, dan mendapat penghargaan dalam kategori "Best Scream Song of the Year" di Spike TV.

A Thousand Suns (2008-2011)

Album A Thousand Suns
 Belakangan ini banyak yang berkata bahwa Linkin Park telah "mati". Padahal tidak. Mereka bahkan sedang bekerja pada album studio keempat mereka. Lagi-lagi Rick Rubin yang menjadi produsernya. Sampai pada Bulan November 2009, mereka sedang fokus pada 5 lagu, setelah sebelumnya terdapat 60 lagu demo, kemudian disaring menjadi 20. Durasinya pun akan lebih panjang dari lagu-lagu Linkin Park lain pada umumnya (sekitar 4-5 menit). Dan, untuk ke depannya, setelah album keempat A Thousand Suns dirilis, Linkin Park berjanji akan berusaha mengeluarkan album barunya lebih cepat.



Living Things (2011-2013)

Pada tanggal 15 April 2012, Shinoda mengumumkan melalui situsnya bahwa Living Things yang akan menjadi judul album kelima Linkin Park, dengan penjualan pre-release untuk memulai pada 16 April. Mike Shinoda menyatakan bahwa mereka memilih The Living Things karena album ini lebih banyak tentang orang, interaksi pribadi, dan itu jauh lebih pribadi dari album mereka sebelumnya. Band ini akan mempromosikan album pada edisi 2012 dari Honda Civic Tour, dengan headliners co Incubus. Band ini menampilkan "Burn It Down" pada 2012 Billboard Music Awards. Pada tanggal 24 Mei band ini merilis video musik untuk "Burn It Down" dan debutnya "Lies Greed Misery", lagu lain dari The Living Things, di BBC Radio 1. "Powerless", lagu kedua belas dan penutupan album, akan tampil dalam kredit menutup untuk film Abraham Lincoln: Vampire Hunter.

Recharged (2013)

 Pada tanggal 10 Agustus 2013, Linkin Park berkolaborasi dengan musisi Amerika Steve Aoki untuk melakukan promosi lagu baru mereka "A Light That Never Comes" saat tampil di Summer Sonic Festival di Tokyo, Jepang.[1] Rekaman videonya bisa dilihat melalui situs Youtube. Aoki dan band ini merekam lagu untuk game puzzle - action online LP Recharged (singkatan dari Linkin Park Recharged), yang diluncurkan melalui Facebook dan situs LP Recharged resmi pada tanggal 12 September 2013. Pada hari dirilisnya game LP Recharged, Linkin Park membuat postingan di Facebook. Mereka menjelaskan bahwa lagu yang digunakan untuk mempromosikan game tersebut akan disertakan pada album remix baru, yang berjudul Recharged. Rencananya akan dirilis dalam bentuk CD, vinyl, dan digital download pada tanggal 29 Oktober 2013. Mirip dengan Reanimation , album ini akan menampilkan remix dari semua lagu dari Living Things dengan kontribusi dari seniman, seperti Pusha T, Datsik, KillSonik, Bun B, Money Mark, Rick Rubin, dan lain-lain.

The Hunting Party (2013-sekarang)

Album The Hunting Party
Saat ini Linkin Park sedang mengerjakan proyek untuk mengisi soundtrack film mendatang yang disebut Mall, disutradarai oleh Joe Hahn. Dalam sebuah wawancara dengan Fuse, Mike Shinoda menyatakan mereka telah mulai mengerjakan album keenam.
Mike Shinoda menyatakan bahwa album keenam akan dirilis pada tahun 2014.[4] Pada 6 Maret 2014, grup musik ini merilis singel terbaru mereka, "Guilty All The Same", yang berkolaborasi dengan rapper Rakim.[5] Album studio keenam grup musik ini kemudian diungkapkan berjudul The Hunting Party. Album ini akan dirilis pada 17 Juni 2014.[6]

 

Jenis musik

Aliran

Chester Bennington pada saat konser
Pada awal pembentukannya, Linkin Park beraliran rock. Setelah masuknya seorang DJ atau turntablis bernama Joe Hahn, Linkin Park mengganti alirannya menjadi hip-hop. Namun, pada album Hybrid Theory, Linkin Park mengganti lagi alirannya menjadi nu metal dan rapcore. Demikian juga pada album Meteora, hanya saja Linkin Park juga menambahkan unsur elektronika.
Pada album Minutes To Midnight, segalanya berubah total. Linkin Park benar-benar mengurangi unsur nu metal secara spesifik. Sebagai gantinya, Linkin Park menggunakan aliran alternative rock. Ini jelas sebuah eksperimen mengingat kesuksesan Linkin Park dengan genre nu metal dalam album sebelumnya. Tetapi, ternyata eksperimen itu berhasil.

Teknis

Linkin Park jarang menggunakan teknik melodi gitar namun petikan gitar. Selain itu, rap dari Mike Shinoda sering muncul di banyak lagu. Terkadang Chester berteriak dalam beberapa lagu.
Lagi-lagi, perubahan terjadi di album Minutes To Midnight. Linkin Park mengurangi unsur rap dari Mike. Rapnya hanya ada di 2 lagu, yaitu Bleed It Out dan Hands Held High. Sementara vokal Chester lebih dominan dibanding sebelumnya. Linkin Park juga bermain lebih lembut.

Linkin Park Underground

Ini adalah kelompok penggemar Linkin Park yang dibentuk tahun 2001 oleh Linkin Park dan Jessica Sklar. Jika bergabung dengan LPU (singkatannya) maka bisa memperoleh merchandise khusus untuk anggota LPU. Seperti kaus, asbak, buku, ringtone ekslusif, lagu ekslusif, video eksklusif, dan album LPU setiap tahunnya. Sejauh ini album LP Underground v9.0 merupakan terobosan terbaik, karena di dalam album itu seluruh lagunya adalah lagu-lagu demo yang belum pernah dirilis oleh Linkin Park sebelumnya. Ditambah lagi ada lagu demo Across The Line, sebuah lagu yang paling banyak dibicarakan pada forum Linkin Park sejak DVD Making of Minutes to Midnight dirilis. Lagu ini sebelumnya memiliki judul Japan.

Anggota

Anggota Sekarang

1. Chester Bennigton - Vokal
2. Rob Bourdon -  Drum
3. Brad Delson - Gitar
4. Dave Farrell - Bass
5. Joe Hahn - Turntable, Keyboard, Sampling
6. Mike Shinoda - Backing Vocal, Sampling, Rap, Keyboard, Gitar

Album singel

Berikut ini adalah singel yang dikeluarkan Linkin Park : 
  1. One Step Closer (2001)
  2. Crawling (2001)
  3. Papercut (2001)
  4. In The End, Pt.1 (2001)
  5. In The End, Pt.2 (2001)
  6. In The End EP (2002)
  7. Pts.of.Athrty (2002)
  8. Somewhere I Belong (2003)
  9. Faint (2003)
  10. Numb, Pt.1(2003)
  11. Numb, Pt.2 (2003)
  12. From The Inside (2004)
  13. Breaking The Habit (2004)
  14. MTV Ultimate Mash-Ups Presents: Collision Course - Numb/Encore - Exlusive (2004)
  15. Numb/Encore (2004)
  16. What I've Done (2007)
  17. Bleed It Out (2007)
  18. Shadow Of The Day (2007)
  19. Given Up (2008)
  20. Leave Out All The Rest (2008)
  21. New Divide (2009)
  22. The Catalyst (2010)
  23. Waiting For The End (2010)
  24. Burning In The Skies (2011)
  25. Iridescent (2011)
  26. Burn It Down (2012)
  27. Lies Greed Miserry (2012)
  28. Lost In The Echo (2012)
  29. Castle of Glass (2012)
  30. A Light That Never Comes (2013)
  31. Gulity All The Same (2014)
  32. Until It's Gone (2014)
  33. Wastelands (2014)
  34. Rebellion (feat. Daron Malakian) (2014)
  35. Final Masquerade (2014)


Nah sekian pembahasan tentang band Linkin Park, semoga bermanfaat :)